oleh

Hadiri Makesta IPNU-IPPNU, Danramil 13 Bendo Berikan Materi Wawasan Kebangsaan

-Berita-1,284 views

Magetan. Dalam upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda, bertempat di MI PSM Desa Belotan Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Danramil Tipe B 0804/13 Bendo Kapten Inf Arif Wahyu Jatmjka yang didampingi Babinsa desa Belotan Serka Joniar, memberikan materi wawasan kebangsaan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU-IPPNU ranting Bendo yang di hadiri sekitar 50 orang, Sabtu (08/01/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MWC NU Kec. Bendo, Bp.  Agus Sumanto, Danramil Tipe B 0804/13 Bendo  Kapten Inf Arif Wahyu Jatmika beserta anggota Babinsa, Kapolsek Bendo yang diwakili oleh Kanit Binmas Aiptu Maryanto, Kades Belotan Bp. Sukadi, PAC GP Anshor Kec. Bendo Bp. Budi Santoso, Kepsek MI PSM Belotan Bp. Sugino, S. Pd serta Muslimat PAC Kec. Bendo

Dalam materinya, Danramil menjelaskan bahwa kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukan merupakan pemberian hadiah tetapi melalui perjuangan yang panjang dan penuh pengorbanan sehingga kemerdekaan bisa kita peroleh.

Wawasan kebangsaan sendiri lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum kolonial terus menggunakan politik “devide et impera”. Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.

Danramil menambahkan, ha-hal yang harus terpelihara antara lain, kembangkan rasa persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, hayati dan pahami rasa toleransi maupun rasa perbedaan dalam kehidupan komponen bangsa dan berbagai elemen masyarakat, bina terus semangat Bhinneka Tunggal Ika dan menjiwai kehidupan bermasyarakat, sehingga tercipta kerukunan dan toleransi, serta pedomani Pancasila sebagai falsafah kehidpan berbangsa dan bernegara, pungkasnya. (Hr/13)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed