oleh

Dipolisikan Karena Diduga Bubarkan Sholat Jum’at, Bu Camat Kota Parepare

Camat Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ulfah Lanto dilaporkan ke polisi karena diduga membubarkan sholat Jumat di Masjid Ar Rahma, Cappa Ujung, Kecamatan Ujung, Kota Parepare  jum’at 17/04/20. Ulfa dilaporkan dengan tuduhan penodaan agama.

 

Hal tersebut di benarkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo. Ibrahim mengatakan, laporan polisi terhadap Camat tersebut diterima pihak Polres Parepare, pada Senin (26/4). hingga saat ini laporan tersebut sedang didalami polisi.

 

Cuma dilaporkan, warga ini komplain karena dibubarkan (saat sholat Jumat). Iya betul, ada insiden pembubaran, dia melaksanakan ibadah terus dibubarkan, tapi itu belum tentu ada pidana, baru kita dalami dulu,”  ujarnya Kamis (30/4/2020).

 

Sang Camat disebut melakukan pembubaran karena khawatir warga terinfeksi virus Corona yang sedang mewabah. Polisi menyebut bukan si camat yang langsung melakukan pembubaran.

 

Sementara itu, menanggapi laporan tersebut, Ulfah Lanto, Camat Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan , angkat bicara soal tudingan penodaan agama yang ditujukan ke dirinya. Ia menegaskan bahwa bukan dia yang membubarkan salat Jumat warga.

 

“Bukan saya yang masuk ke masjid teriak ‘bubar’ ke jemaah, tapi itu ada 2 tokoh masyarakat setempat yang masuk menyampaikan agar jemaah mendengarkan imbauan pemerintah,” ujar Ulfah Lanto Kamis (30/4/2020).

 

Ulfah menjelaskan bahwa ia dan sejumlah jajaran Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Ujung, seperti polisi militer, lurah, Kapolsek, Danramil, serta KUA, memantau sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Ujung, dengan maksud mengimbau warga agar sementara tidak melaksanakan salat Jumat dulu karena ada ancaman wabah Corona.

 

“Sampai di sana, pukul 10.30 Wita, kondisi masjid (Ar Rahma) masih kosong. Jadi saya bilang ke Pak KUA-nya, ‘Pak KUA, mumpung masjid ini masih kosong, belum ada jemaah, silahkan Bapak masuk memberikan imbauan ke masyarakat melalui pengeras suara bahwa hari ini tidak dilaksanakan salat Jumat dulu,” ucap Ulfah. Dia menjelaskan kejadian awal saat Tim Gugus Tugas COVID-19 tiba di Masjid Ar Rahma.

 

Namun kendati imbauan telah diberikan, lanjut Ulfah, rombongan jemaah tetap berdatangan ke masjid untuk melaksanakan ibadah Jumat seperti biasa.  Karena jamaah terus berdatangan Ulfah dan timnya menutup pintu dan pagar masjid agar perkumpulan jemaah tidak semakin bertambah.

 

“Melihat kapasitas di dalam sudah semakin banyak, berinisiatiflah POM untuk menutup pintu, pagar, jangan sampai bertambah masyarakat yang datang kita tidak tahu latar belakangnya dan dia masuk lagi semua akhirnya ditutup,” kata Ulfah.

 

“Saya bilang juga cocok Pak, yang di dalam saja kita jagai, yang belum masuk ndak usah masuk, saya bilang,” imbuhnya.

 

Namun pada saat timnya berjaga di depan masjid  tiba-tiba datang dua tokoh masyarakat setempat. Ulfah mengaku sudah mengenal kedua tokoh masyarakat yang baru datang tersebut maka dirinya mempersilahkan kedua tokoh tersebut masuk kemasjid dengan harapan himbauanya bisa di dengar oleh jamaah masjid.

 

“Saya tahu persis orangnya. Dia bilang, ‘Bu Camat, di dalam itu ada apa,’ saya jawab, ‘Tidak tahu juga, Pak, kayaknya lagi khotbah,’” ujar Ulfah menirukan isi percakapannya dengan kedua tokoh masyarakat tersebut.

 

“Berhubung orang ini saya kenal persis bahwa dia tokoh masyarakat. Salah satunya itu mantan Ketua Panitia masjid dan donatur tetap, jadi pemikiran saya dia masuk dia didengar masyarakat, jadi saya bilang, ‘Oh iya kalau memang kita mau masuk silakan mi Pak,’ akhirnya masuk mi kan dalam video 2 orang tokoh itu,” katanya.

 

“Cuma memang pas dia masuk langsung dia naikkan tangannya bilang ‘bubar-bubar’. Jadi demi Allah, bukan saya yang berteriak ‘bubar’ itu. (Tapi) salah satu tokoh masyarakat ini, tapi tujuannya tetap imbauan, dia tujuannya membantu pemerintah,” pungkasnya

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed