oleh

Babinsa Koramil 01 Magetan Hadiri Pembukaan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Ke 29 Tahun 2020

Magetan Jatim Babinsa Kelurahan Tawanganom Sertu Ponijan menghadiri kegiatan Pembukaan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul  Ulama di MT Al-Madina Jl. Purubaya 1 Gg II KPR ASABRI Kelurahan Tawanganom Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Jumat ( 06/03/2020 ) sore

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana SIK,Ketua  NU Kab. Magetan K.H. Mansyur Abdullah,Pengasuh Pondok Pesantren Handarusiah K. H Hunein Annasir,Camat Magetan Tri Atmadi, S.Sos,Danramil 0804/01 Magetan diwakili Sertu Ponijan Babinsa Kel. Tawanganom,Kapolsek Magetan AKP IIn Pelangi,Kepala Kelurahan Tawanganom Murdono Arianto SSTP MM, Ketua MWCNU Kec. Magetan Mahfud Efendi,Peserta didik Kader NU 70 orang.

 

Kegiatan diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Magetan dengan penanggung jawab kegiatan Ustad Syarifah Susilowati. Ketua Panitia, rangkaian acara dimulai pukul 15.00 wib, sampai dengan selesai.

 

Ketua MWCNU KH Mahfud Efendi, mengucapkan selamat datang kepada hadirin tamu undangan dan para peserta Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama.

 

Organisasi NU adalah organisasi kader yang harus di bina agar tidak mudah dikalahkan oleh organisasi lainnya. Jelas KH Mahfud.

 

Sambutan Ketua MWCNU Magetan ( Mahfud Efendi) , Sejarah dilakukan pendidikan kader ini untuk pertama kali diselenggara kan oleh PBNU tahun 2012, untuk PCNU Kab. Magetan mulai menyelenggarakan Pendidikan Kader pada tahun 2016 dan sampai saat ini sudah menyelenggarakan sebanyak 29 kali.

 

Pendidikan kader ini untuk memperkuat gerakan NU pada tingkat kepengurusan struktural di tingkat Kecamatan, Kader dicetak selain dibekali ideologis paham Ahlussunah waljamaah juga dibekali kompetensi yang lain yang bisa menggerak kan dan dapat memberi manfaat kepada warga.

 

Paham Ahlus Sunah waljamaah saat ini banyak tantangan karena banyak paham paham yang mengancam kelestarian Ahlus Sunah Waljamaah, NU diharapkan mampu mencetak kader sebanyak banyaknya sehingga bisa mencegah berkembangnya paham paham yang tidak sesuai Ahlus Sunah waljamaah. Tuturnya

 

Dalam sambutannya Sertu Ponijan menghimbau para peserta didik Kader ikut menjaga situasi tempat pendidikan di KPR ASABRI II supaya tetap aman dan tentram. Situasi yang aman bukan karena tiba tiba tetapi aman dan tertib adalah situasi yang kita ciptakan dengan sebuah kesadaran dan kesepakatan bersama dan hal ini tidak lepas dari peran peserta didik semua. Ungkap Sertu Ponijan.( R 01 )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed