oleh

Pembentukan Warga Peduli Aids (Wpa) Desa Tunggur Kec Lembeyan.

Magetan Jatim – Bertempat di Kantor Balai Desa Tunggur, Dinas Kesehatan Kab. Magetan melalui Puskesmas Lembeyan melaksanakan program kegiatan sosialisasi tentang kesehatan dan Pembentukan Warga Peduli Aids (WPA) Desa Tunggur Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Jumat (28/02/2020).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Kesehatan Magetan yang diwaliki oleh ketua KPAD Kab. Magetan  Nursalam, Forkompimca Kec. Lembeyan , Danramil 0804/12 Lembeyan Drs Ec Puguh, yang diwakili  Bati Bhakti TNI Koramil 0804/12 Lembeyan, Pelda Imam Achsani, Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni SH, Kepala UPTD Puskesmas Lembeyan Dr. Tatang Broto Legowo, Kepala Desa Tunggur  Sono Keling, Babinsa Desa Tunggur Serka Yono, Ketua FKD Desa Tunggur, Perwakilan PKK Desa Tunggur, Karang Taruna, Toga, Tomas Desa Tunggur Kecamatan Lembeyan.

 

Kepala Desa Tunggur , Sono Keling dalam sambutannya menyampaikan kegiatan pembentukan Warga Peduli Aids (WPA) adalah dalam rangka pelaksanaan program Penurunan Kesakitan dan Kematian terkait HIV dan AIDS yang kemungkinan ada di wilayah Kec. Lembeyan Kabupaten Magetan, dengan membentuk warga peduli HIV-AIDS yang terintegrasi dengan forum kesehatan desa. “ Pembentukan Warga Peduli Aids” (WPA) merupakan perwujudan partisipasi masyarakat dalam Penanggulangan HIV-AIDS,” jelasnya

 

Ketua KPAD Magetan  Nursalam dalam sambutannya menyampaikan Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) adalah sebagai upaya Penanggulangan dan Pencegahan HIV-AIDS di Desa Tunggur Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan, Tujuan pembentukan WPA adalah terbentuknya Warga Peduli AIDS (WPA) diwilayah Kecamatan Lembeyan, Identifikasi potensi masalah penularan HIV-AIDS diwilayah Lembeyan dan Penangananya, Adanya edukasi dan fasilitasi masyarakat kelayanan atau akses layanan yang ada, terbentuknya Kader Warga peduli AIDS (WPA) yang dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat Desa tunggur tentang HIV-AIDS yang benar serta menjaga harmonisasi warga tanpa adanya diskriminasi bagi orang yang terinfeksi HIV-AIDS.

 

Sementara kepala UPTD Puskesmas Lembeyan Dr. Tatang Broto Legowo menyampaikan Warga Peduli AIDS (WPA) adalah sebuah ikhtiar untuk membangun kesadaran nasional dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS yang selama ini kurang melibatkan masyarakat sebagai aktor.

 

Melalui pembentukan WPA ini, lanjut Dr. Tatang Broto Legowo, program pemberdayaan masyarakat yang ada dengan prinsip transparasi, partisipatif dan akuntabilitas, serta memperhatikan nilai agama dan budaya di masing-masing daerah, sehingga masyarakat tahu, mau dan mampu menanggulangi HIV-AIDS dilingkungannya. (R12).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed