oleh

Kasdim 0811 Tuban Bekali Wasbang Kepada Generasi Muda Anak SMAN 1 Tuban

Tuban – Kasdim 0811 Tuban Mayor Arh Teguh Prasetyo Wasis S.Sos., berikan materi
Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada Anak Kelas 12 SMAN 1 Tuban karena mereka adalah kader penerus bangsa yang bertugas mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman dan gangguan, Selasa (16/7/2019).

Menurut Kasdim, wawasan kebangsaan merupakan kegiatan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa, khususnya untuk membangkitkan rasa dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar dan santri dan juga mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita nasional dalam kerangka NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“ Pendidikan wawasan kebangsaan ini sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara terutama kepada para generasi muda, “ ujar Kasdim.

Lebih lanjut Kasdim menyampaikan, kondisi wawasan kebangsaan saat ini sudah mulai memudar. Hal tersebut dapat terlihat dari beberapa indikasi seperti rusaknya lingkungan hidup, illegal logging, serta merebaknya penyakit masyarakat misalnya judi, pornografi, pornoaksi, narkoba, kriminialitas dan sebagainya.

Kasdim juga menegaskan akan ancaman terhadap wawasan kebangsaan, mulai dari lemahnya penghayatan dan pengamalan agama, kurangnya pemahaman kemajemukan bangsa, perilaku ekonomi negatif karena ketidakadilan, lemahnya penegakan hukum, lemahnya kemampuan budaya lokal dalam memfilter budaya asing yang negatif.

Dalam kesempatan yang sama, Kasdim juga menambahkan tentang fenomena Proxy War, perang yang merupakan sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti/pihak ketiga untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko pada kehancuran yang fatal, biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, aktor non negara yang dapat berwujud LSM, Ormas dan kelompok masyarakat atau perorangan.

“Singkatnya, Proxy War merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah,” pungkasnya..(Pendim0811)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed