oleh

Danramil 0804/12 Menghadiri Acara Adat Bersih Desa Dengan Acara Langen Tayub ” Keling Iromo Laras”

Danramil 0804/12 Menghadiri Acara Adat Bersih Desa Dengan Acara Langen Tayub ” Keling Iromo Laras”

Lembeyan, Pada hari Selasa tgl 30 Juli 2019 pukul 20.0 wib s/d pukul 24.00 Wib. Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Inf Drs.E.c Puguh Priyandoko dan anggota menghadiri acara adat bersih desa didesaTunggur, Kec. Lembeyan, Kab. Magetan dengan pagelaran seni tayub/gambyong.

Kegiatan dihadiri Unsur Muspika Kecamatan Lembeyan, Camat Lembeyan Bpk Syaiful Yani Sos.MM Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Inf Drs. E.c Puguh Priyandoko, Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni SH diwakili Aiptu Sutrisno, perwakilan Dewan Pers, Kades Tunggur Bpk Sono keling, seluruh Kades Kecamatan Lembeyan, anggota Koramil 0804/12 Lembeyan dan anggota Polsek Lembeyan,Tokoh adat,Tokoh pemuda tokoh masyarakat dan seluruh warga masyarakat.

Kades Tunggur mengucapkan terimakasih kepada unsur Muspika, Koramil 12/ Lembeyan Polsek Lembeyan yang telah hadir dalam acara adat bersih desa dengan mengadakan kesenian tradisional adat jawa Tayuban/Gambyong yang hampir punah dijaman sekarang ini dan acara kesenian tayub/gambyong tersebut merupakan rangkaian kegiatan bersih desa yang sudah disepakati oleh seluruh perangkat desa dan seluruh warga masyarakat di Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan.

Camat Lembeyan Bpk Syaiful Yani Sos MM mengatakan bahwa Kesenian tayub/ gambyong merupakan tarian seni adat jawa harus dilestarikan jangan sampai punah. Tayuban/gambyong yang dilaksanakan didesa Tunggur ini juga bisa dijadikan ajang silaturahmi kepada seluruh warga masyarakat yang suka dengam kesenian tari Tayub/gambyong.

Kesenian Tayuban/Gambyong yang ditampilkan dengan judul Langen Tayub ” Keling Iromo Laras” sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan untuk menjalin silaturahmi kepada warga masyarakat deda Tunggur supaya diberikan keselamatan kedamaian dan ketrentraman masyarakat dalam acara bersih desa Tunggur. Dengan menanggap kesenian Tayub/Gambyong diharapkan masyarakat melihat dan bisa melestarikan budaya jawa yang hampir punah karena perubahan jaman dan merupakan budaya warisan dari leluhur dan tidak dapat digantikan dengan kesenian tradisional lainnya. (R 12).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed