oleh

Sering Konsumsi Minuman Terlalu Panas Picu Kanker Kerongkongan

-Kesehatan-66 views

Berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh International Journal of Cancer (2019) menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman panas seperti teh, sebanyak 700 ml per hari, dengan suhu tinggi (60 derajat celcius atau lebih) meningkatkan risiko kanker kerongkongan sebesar 90 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mengonsumsi minuman dingin atau hangat (dibawah 60 derajat celcius).

Terkait publikasi tersebut, sang peneliti, Dr. Farhad Islami dari American Cancer Society, sebagaimana disebutkan dalam ScienceDaily pada 20 Maret 2019, berkata:

“Many people enjoy drinking tea, coffee, or other hot beverages. However, according to our report, drinking very hot tea can increase the risk of esophageal cancer, and it is therefore advisable to wait until hot beverages cool down before drinking”.

Yang artinya:

Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya. Namun, berdasarkan temuan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, dan karena itu disarankan untuk menunggu sampai minuman panas menjadi hangat atau dingin sebelum menyeruputnya.

Menurut Badan Internasional Penelitian Kanker, dikutip dari Kompas. com (2019), efek kanker ini cukup signifikan karena membunuh sekitar 400.000 orang per tahun.

Pada 15 abad silam, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa alihi wa shohbihi wa sallam telah mencontohkan umatnya untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang panas, sebagaimana tertuang dalam berbagai hadits, seperti:

وروى البيهقي عن أبي هريرة قال : { أتي النبي صلى الله عليه وسلم يوما بطعام سخن فقال ما دخل بطني طعام سخن منذ كذا وكذا قبل اليوم }

Dari Abu Hurairoh berkata:

{Pada suatu hari Nabi shollallohu ´alaihi wa sallam dihidangkan sebuah makanan yang masih panas, lalu beliau berkata; “Tidak akan masuk ke dalam perutku makanan yang panas sejak saat ini dan sebelumnya”}. (Hadits Riwayat Al-Baihaqy).

SUMBER PENELITIAN:

Wiley. (2019, March 20). Drinking hot tea linked with elevated risk of esophageal cancer. ScienceDaily. Retrieved March 21, 2019 from www.sciencedaily.com/releases/2019/03/190320102028.htm.

Sumber: Ngaji Yuk!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed