oleh

Kapolres – Dandim 0801/Pacitan : Perlu Sinergitas Yang Kuat Supaya Tercipta Pemilu Damai

Pacitan – Sinergi antara TNI/Polri dan masyarakat sangat diperlukan agarterwujud pemiluyang aman, damai dan sejuk.

“Maka perlunya TNI-Polri bersatu bersama masyarakat dan seluruh umat beragama untuk menciptakan kamtibmas yang aman dan damai serta saling memberikan informasi,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi, saat menggelar forum grup diskusi (FGD), di gedung Graha Bhayangkara, Jumat (12/4/2019) malam.

Dengan kekompakan seluruh elemen TNI/Polri, masyarakat akan mendapatkan rasa nyaman. Diharapkan masyarakat tidak usah takut untuk datang ke TPS dalam menentukan pilihannya.

“Selain itu, masyarakat diimbau untuk bijak dalam menyikapi berita berita yang muncul di media sosial dan jangan terpengaruh dengan berita -berita yang belum tentu kebenarannya,” pinta Kapolres Sugandi.

Dandim 0801 Pacitan, Letkol (Kav) Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang menambahkan, agama bisa dijadikan media untuk mendulang suara salah satu paslon.

“Sebagai umat yang minoritas, tapi tidak menutup kemungkinan umat kristiani di Pacitan akan dibawa-bawa dalam kepentingan berpolitik yang ada saat ini. Karena itu diharapkan, bagi seluruh umat kristiani untuk tidak membawa-bawa agama dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia. Sebab dapat memecah belah kerukunan umat beragama dan diharapkan untuk pinter-pinter menyikapinya,” harap Dandim Aristoteles.

Sementara itu, Nurul Huda, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan mengatakan, guna kepentingan umat beragama, Kemenag berkewajiban untuk mensosialisakan pentingnya kerukunan antar umat beragama dalam rangka penanganan kelancaran pemilu.

“Kami (Kementrian Agama), memiliki 3 progam, yaitu tentang pendidikan, tentang pelayanan haji, dan tentang pengayoman agama. Maka dari itu masyarakat bisa melaporkan seandainya ada keluhan tentang tiga program tersebut,” tuturnya.

Kemenag, lanjut dia, bertugas memberikan pencerahan. Hoaks, fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan.

“Kami bertugas untuk mencegah adanya persoalan tersebut. Seluruh masjid di Pacitan diadakan kotbah bagaimana pemilu aman, tertib, dan sejuk. Namun bila ada pelanggaran dalam pemilu, bukan ranah Kemenag, tetapi Polri dan TNI,” tegas Nurul Huda. (pendim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed